TERASJABAR.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyiapkan 302 peserta Program Magang Nasional di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Hal ini sebagai bagian dari percepatan penyiapan talenta digital Indonesia yang mampu menguasai kecerdasan artifisial (AI) dan menjaga keamanan ruang siber nasional.
Dilansir siaran pers Kemkomdigi, program ini menjadi bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sumber daya manusia digital menghadapi kebutuhan industri dan transformasi teknologi nasional.
Menurut Menkomdigi, peserta magang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi dilibatkan langsung dalam agenda strategis kementerian, termasuk kajian awal rancangan peraturan dan penguatan kebijakan digital.
“Ini bukan program seremonial. Anak-anak magang ini harus diberdayakan sesuai kemampuannya masing-masing. Mereka bahkan sudah dilibatkan dalam kerja nyata dan hal-hal strategis seperti mengkaji awal soal Permen, yang menunjukkan kepercayaan kami pada mereka,” ujarnya dalam Town Hall Meeting di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Para peserta tersebar di berbagai unit, mulai dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, hingga BPSDM, BAKTI, dan LPP RRI.
Meutya meminta Gen Z menguasai kecerdasan buatan atau AI secara mendalam. Ia menilai Indonesia termasuk negara dengan tingkat adopsi AI tinggi, namun pemanfaatannya harus diarahkan untuk produktivitas dan nilai tambah ekonomi.
“Jangan berhenti pada penggunaan AI yang bersifat permukaan saja. Gunakan teknologi AI untuk menambah nilai ekonomi, memperluas pengetahuan, mempercepat pekerjaan dan meningkatkan produktivitas agar tidak kalah dari anak muda negara lain,” tegasnya.

















