TERASJABAR,ID – Barcelona menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Kamis lalu.
Hasil itu menjadi kekalahan terburuk Blaugrana dari Atletico sejak 1960, sekaligus catatan paling pahit bagi Hansi Flick sebagai pelatih.
Ini juga pertama kalinya Barcelona kebobolan empat gol dalam satu babak sejak tragedi 8-2 melawan Bayern Munich.
Di hadapan media, Flick tampak tenang dan menyebut timnya mendapat pelajaran berharga, sembari tetap membela performa musim ini.
Namun, laporan media Spanyol menyebut suasana berbeda terjadi di ruang ganti Metropolitano.
Dalam 18 bulan masa kepemimpinannya, Flick dikabarkan belum pernah semurka itu.
Ia meninggikan suara dan meluapkan kekecewaan, bahkan menyebut para pemain pantas kalah dengan selisih lebih besar.
Kemarahan itu dipicu buruknya intensitas permainan, terutama di lini tengah dan depan yang dinilai minim tekanan.
Eric Garcia dan Alejandro Balde juga mendapat sorotan atas rapuhnya pertahanan.
Keesokan harinya, Flick kembali menegaskan bahwa ia tak memahami kurangnya semangat tim di babak pertama.
Kini, Barcelona dituntut bangkit saat menghadapi Girona.
Kemenangan menjadi harga mati demi memulihkan kepercayaan diri tim dan meredam tekanan yang kian membesar.-***














