TERASJABAR.ID – Lagi dan lagi, miras oplosan membawa korban jiwa. Kali ini giliran di Kab. Subang. Hingga Rabu (11/2/2026) malam, sudah delapan orang dilaporkan tewas. Angkanya bisa jadi bertambah, karena masih ada korban dalam keadaan kritis yang kini dirawat di RSUD Ciereng, Kab. Subang.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., kesal sekaligus prihatin kasus miras oplosan kembali terjadi. “Ini adalah kasus pertama di Jabar pada tahun 2026. Saya kesal karena ko kenapa hal ini bisa kembali terjadi? Apa produsen tak menyadari miras oplosan telah berulang kali menelan korban? Apa para penenggak miras tak tahu bahaya miras oplosan yang kerap membuat peminumnya meregang nyawa?” katanya setengah bertanya.
Ia prihatin karena dari waktu ke waktu selalu muncul produsen miras oplosan. “Saya berharap aparat kepolisian dan satpol PP bisa melakukan tindakan preventif yang efektif agar tak ada orang-orang yang mencoba memproduksi miras oplosan. Sementara itu dinas kesehatan maupun pihak terkait mensosialisasikan secara masif bahaya mengonsumsi miras oplosan ini,” tandas Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini.
Menurut Untung, memberantas peredaran miras oplosan memang tak bisa mengandalkan aparat kepolisian maupun satpol PP. “Karena tak mungkin ada supply bila tak ada demand. Para produsen miras tanpa izin tak akan secara masif memproduksi jika tak ada permintaan. Jadi di semua lini, mulai dari keluarga dan lingkungan, harus melarang keras anggota keluarga dan lingkungannya untuk menenggak miras, terlebih yang oplosan dan ilegal,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada Oktober 2023 lalu, di Subang pun pernah terjadi kematian massal akibat miras oplosan. Setidaknya 13 orang harus meregang nyawa. Di Kota Bandung pun sempat ada pesta miras oplosan yang menyebabkan 4 orang di Pasirimpun tewas, pada awal tahun 2024. Lalu di Tasikmalaya pada akhir 2025 lalu juga sempat heboh karena 2 remaja tewas usai menenggak miras oplosan. Namun yang paling mengerikan adalah kasus di Cicalengka setelah pesta miras membuat 47 nyawa hilang sia-sia.*
















