TERASJABAR.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya pemahaman ilmu ekonomi makro bagi generasi muda.
Hal itu ia sampaikan dalam Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Dilansir laman Kemenkeu, Suahasil menjelaskan, keputusan-keputusan ekonomi individu, ketika terjadi secara kolektif, dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional sehingga memerlukan peran negara melalui kebijakan fiskal.
Ia menyampaikan bahwa mempelajari ekonomi makro memiliki urgensi dan relevansi sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
“Kenapa belajar makro? Karena kita ingin memenuhi tujuan negara. Bukan sekedar kesejahteraan individu, tapi kesejahteraan bersama yang tadi dituliskan di alinea pembukaan tersebut,” ujarnya.
Suahasil menceritakan bahwa teori ekonomi makro berkembang antara lain karena pengalaman Depresi Besar 1930-an, ketika mekanisme pasar tidak mampu memulihkan ekonomi secara otomatis.
Pemikiran John Maynard Keynes kemudian menegaskan perlunya intervensi pemerintah, terutama melalui kebijakan fiskal, untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Wamenkeu pun menjelaskan cara mengukur kesehatan sebuah perekonomian suatu negara melalui Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, serta indikator ketenagakerjaan.















