TERASJABAR.ID – Susu UHT (ultra-heat treatment) adalah susu yang dipanaskan pada suhu tinggi 138°C selama minimal dua detik untuk membunuh bakteri dan mencegah infeksi atau keracunan makanan pada anak.
Proses ini juga membuat umur simpan susu lebih panjang, dari 2–3 minggu menjadi hingga 9 bulan.
Meski dipanaskan, kandungan nutrisi susu UHT tetap setara dengan susu biasa.
Protein dalam susu UHT justru lebih mudah diserap tubuh, sedangkan kandungan vitamin A, B1, B2, B5, B7, beta karoten, dan asam nikotinat relatif stabil.
Vitamin B6, B12, dan C hanya berkurang sedikit, sementara DHA dapat ditambahkan kembali setelah proses pemanasan.
Susu UHT menawarkan kemudahan bagi orang tua karena praktis dibawa dan disimpan, serta dikemas untuk menjaga kualitas nutrisinya.
ASI tetap menjadi nutrisi utama bayi 0–6 bulan, sesuai rekomendasi WHO.
Jika ASI tidak mencukupi, susu formula bisa diberikan setelah konsultasi dokter.
Susu UHT diperkenalkan mulai usia 6 bulan sebagai tambahan makanan, dan baru boleh menjadi minuman utama setelah anak berusia 1 tahun, dengan catatan tidak alergi susu.
Anak usia 1–2 tahun disarankan mengonsumsi susu UHT full cream untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.
Setelah 2 tahun, susu semi-skim bisa diperkenalkan secara bertahap, asalkan pola makan seimbang.
Susu kental manis dan susu rendah lemak tidak disarankan untuk anak di bawah 5 tahun karena kurang kalori dan nutrisi.
Anak 1–3 tahun membutuhkan sekitar 350 mg kalsium per hari, setara 1 gelas (300 ml) susu UHT full cream, penting untuk pertumbuhan tulang yang kuat.-***

















