TERASJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tetap optimistis produksi padi tahun 2026 akan meningkat dibandingkan 2025, meski pada awal tahun terjadi banjir di sejumlah areal sawah, seperti di Karawang, Bekasi dan Indramayu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat mengatakan, telah disiapkan sejumlah program untuk mengantisipasi gagal panen akibat banjir, salah satunya menanam ulang atau replanting.
“Jika ada bencana banjir lalu terjadi puso, kita akan replanting. Tapi memang data awal kerusakan masih disiapkan. Nanti akan ada bantuan dari pemerintah pusat sesuai usulan dari kami, yang juga berasal dari laporan Kabupaten dan kota,” ujarnya, dilansir laman Pemprov Jabar, Kamis (5/2/2026).
Perhatian khusus dari pemerintah pusat dan provinsi diberikan karena target swasembada pangan setiap tahun harus dapat direalisasikan. Pada 2025 lalu, Jabar memberikan andil optimal pada pencapaian swasembada pangan secara nasional.
Dadan menyebutkan panen pertama tahun ini akan berlangsung mulai Februari dan Maret 2026 yang merupakan hasil penanaman pada Oktober – Desember 2025.
Ia optimistis produksi padi tahun 2026 meningkat dibandingkan 2025 karena melihat data sementara realisasi tanam.
“Laporan masuk, realisasi tanam 2026 yang perhitungannya ditanam sejak Oktober hingga Desember sudah mencapai 592.176 hektare, meningkat 55 ribu hektare atau hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tambah Dadan.
Menurutnya, petani juga semangat untuk menanam karena hasil panen pasti dibeli dengan harga tinggi sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

















