TERASJABAR.ID- Warga sekirar Pasar Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, geger menyusul munculnya seekor macan tutul di sekitar area pasar desa pada Kamis (5/2/2026) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB.
Kejadian tersebut viral di media sosial dan membuat warga panik karena satwa liar itu terlihat berada dekat permukiman. Berdasarkan video yang beredar, macan tutul tersebut sempat naik ke tembok rumah warga ke halaman rumah dan ke gang-gang.
Sementara itu, Kades Maruyung, Kecamatan Pacet, Apen Supendi, mengatakan, pihaknya telah menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Desa menerima laporan jika macan tutul tersebut terlihat berkeliaran dari area pasar hingga ke perkampungan warga. Sejumlah saksi mengatakan, ukuran satwa itu diperkirakan sebesar seekor kambing dewasa.
Kades Apen juga membenarkan adanya warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Ya, macan tutul tersebut menyerang ke warga dan ada korban sekitar dua orang. Satu di antaranya sudah dibawa ke puskesmas,” kata Apen.
Hingga berita ini ditulis, aparat desa bersama pihak terkait di Kecamatan Pacet terus memantau serta penanganan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan macan tutul kembali muncul.
“Kami imbau warga tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi kemunculan satwa liar tersebut sebelum dinyatakan aman,” ujar Apen.
Sementara itu, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, Ery Mildrayana membenarkan kemunculan macan tutul di sekitar Pasar Maruyung Pacet tersebut.
“Betul sejumlah petugas telah meluncur ke lokasi untuk penanganan dan evakuasi,”kata. kata Ery.
PENANGKAPAN
Macan tutul tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan proses penangkapan berlangsung hampir dua jam lantaran keterbatasan peralatan dan kondisi medan yang sempit serta dipenuhi pagar.
“Eksekusinya hampir dua jam, dari sekitar jam sembilan kurang seperempat sampai jam sebelas kurang. Alatnya terbatas dan tempatnya susah, harus ada pagar yang digergaji dan dilepas,” kata Akhmad (45) warga setempat.
Ahmad bahkan mengaku turut membantu dengan peralatan seadanya. “Pakai waring dan jaring laut yang punya saya sendiri,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut, dua warga yang dilaporkan mengalami luka di bagian tangan akibat serangan macan tutul. Kedua korban langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Pacet AKP Asep Mulya Warga Santosa, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dan kolaboratif demi keselamatan warga dan satwa.
“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Pacet langsung menuju lokasi. Penangkapan dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, serta dibantu warga masyarakat. Alhamdulillah, satwa liar jenis macan tutul berhasil kami amankan dalam kondisi hidup,” ujar Asep.
Asep menambahkan, kondisi lokasi yang sempit dan berpagar menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
“Medannya cukup sulit, banyak gang sempit dan pagar. Namun berkat kerja sama semua pihak, termasuk jajaran Polsek Pacet dan masyarakat, penanganan bisa berjalan dengan aman tanpa harus melukai satwa,” ungkapnya.
Asep menegaskan bahwa macan tutul merupakan satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengejar, memprovokasi, atau menangkap sendiri satwa liar. Itu sangat berbahaya. Segera laporkan ke aparat agar ditangani sesuai prosedur,” tegasnya.
Saat ini, macan tutul telah diamankan di Polsek Pacet dan menunggu penanganan lebih lanjut dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat untuk pemeriksaan kesehatan dan langkah konservasi berikutnya.
Pihak kepolisian masih melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa.

















