TERASJABAR.ID – Sanitasi merupakan unsur penting dalam menjaga kesehatan, namun masih kerap diabaikan.
Padahal, kondisi sanitasi yang buruk dapat memicu pencemaran lingkungan, menimbulkan berbagai masalah kesehatan, serta mempercepat penyebaran penyakit menular.
Oleh sebab itu, penerapan sanitasi seharusnya dimulai dari kesadaran pribadi dan perubahan kebiasaan sehari-hari.
Secara umum, sanitasi merujuk pada upaya menjaga kebersihan lingkungan serta tersedianya fasilitas buang air yang layak.
Sanitasi juga mencakup pemeliharaan kondisi higienis melalui berbagai layanan, seperti pengelolaan sampah, pengolahan air limbah, serta penanganan limbah berbahaya dari aktivitas industri.
Sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan toilet.
Ada beberapa jenis sanitasi yang berperan besar dalam menunjang pola hidup sehat, mulai dari sanitasi lingkungan, sanitasi air bersih, sanitasi makanan dan minuman, hingga sanitasi pribadi.
Pengelolaan sampah dan drainase yang baik membantu mencegah genangan dan bau, sementara ketersediaan air bersih penting untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, pengolahan makanan yang higienis serta kebiasaan menjaga kebersihan diri turut melindungi tubuh dari paparan kuman.
Penerapan sanitasi yang baik memberikan banyak manfaat, seperti menurunkan risiko penyakit infeksi, mencegah penularan di lingkungan padat, mendukung tumbuh kembang anak, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan produktif.
Sanitasi yang buruk sendiri berkaitan erat dengan berbagai penyakit, termasuk diare, tifus, hepatitis A, kolera, dan cacingan.
Langkah menerapkan sanitasi sebenarnya sederhana, dimulai dari rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan kamar mandi, mengelola sampah dengan baik, serta merawat kebersihan diri dan lingkungan.
Sanitasi merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Jika muncul keluhan kesehatan yang berkepanjangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.-***

















