TERASJABAR.ID – Hari ke-10 pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim SAR gabungan menemukan tujuh bodypack atau jasad, Senin (2/2/2026). Dengan ditemukannya 7 jazad tersebut, hingga pukul 17.00 WIB total bodypack yang berhasil dievakuasi sudah 83 jasad.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan, jumlah ini melebihi data awal 80 orang dalam daftar pencarian. Namun demikian, hasil identifikasi menunjukkan terdapat bodypack yang berasal dari satu individu yang sama.
“Hasil operasi hari ini menunjukkan tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh bodypack, masing-masing satu bodypack di worksite A2, satu bodypack di A3, dan lima bodypack di B2. Seluruh worksite aktif dan memberikan hasil pencarian,” ujar Ade Dian Permana kepada wartawan di Posko penanganan longsor Pasirlangu, Senin (2/2/2026).
Menurut Ade, hari ke-10 pencarian hingga pukul 16.20 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan identifikasi terhadap 63 bodypack. “Dari jumlah tersebut, 61 korban berhasil teridentifikasi, sementara 20 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan,” ungkap Ade.
Dari 61 korban yang telah teridentifikasi, kata Ade Dian, 45 korban sesuai dengan daftar pencarian. Dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, yakni atas nama Keyla dan Albiansyah.
“Keduanya diduga merupakan tamu saat kejadian. Selain itu, terdapat 14 korban lain yang sudah teridentifikasi namun tidak masuk dalam data awal 80 korban yang dilaporkan hilang,” terangnya.
Ade Dian pun mengatakan, data awal 80 orang dalam daftar pencarian tersebut diperoleh dari laporan warga dan data kependudukan. Namun, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan antara data awal dan kondisi faktual.
“Dari total 63 korban yang telah diidentifikasi, terdapat 45 korban sesuai daftar, 14 korban yang tidak tercantum dalam data awal, serta dua warga luar yang saat kejadian diketahui sedang menginap di rumah saudaranya,” ujarnya.
Hingga saat ini, ungkap Ade Dian, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, termasuk 20 korban masih dalam bentuk bodypack.
Terkait perkembangan tersebut, Search Mission Coordinator (SMC) telah berkoordinasi dengan Incident Commander (IC) dan tim DVI. Hasil koordinasi menyepakati bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir 6 Februari mendatang.
“Daftar pencarian tidak lagi dijadikan sebagai data absolut, melainkan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi. Kami mohon pengertian dari semua pihak terhadap dinamika yang terjadi di lapangan,” tutup Ade Dian.*















