TERASJABAR.ID – Hiperlipidemia merupakan kondisi meningkatnya kadar lemak atau lipid dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.
Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga sering tidak disadari.
Namun, bagi individu yang jarang berolahraga dan menerapkan pola hidup kurang sehat, hiperlipidemia perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit serius.
Untuk mengetahui kondisi ini, diperlukan pemeriksaan darah berupa profil lipid atau panel lipid.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Kolesterol terbagi menjadi kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).
Seseorang dikategorikan memiliki kolesterol tinggi apabila kadar kolesterol total melebihi 200 mg/dL, sementara trigliserida dianggap tinggi jika kadarnya juga di atas 200 mg/dL.
Trigliserida umumnya berasal dari kelebihan kalori yang dikonsumsi, seperti dari produk susu olahan, fruktosa, dan alkohol.
Sementara itu, kolesterol dihasilkan oleh hati dan juga diperoleh dari makanan berlemak, seperti telur, keju, dan daging.
Faktor risiko hiperlipidemia meliputi kelebihan berat badan, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik.
Selain perubahan gaya hidup, beberapa bahan alami sering digunakan sebagai suplemen pendukung, seperti barley, bayam, nanas, ekstrak artichoke, minyak ikan, dan teh hijau.
Bahan-bahan ini diyakini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, meski efektivitas dan keamanannya masih memerlukan penelitian lanjutan.
Langkah utama dalam mengendalikan hiperlipidemia adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti membatasi makanan berlemak, memperbanyak asupan serat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok.
Jika upaya tersebut belum efektif, dokter dapat merekomendasikan obat penurun kolesterol dengan pengawasan medis yang tepat.-***


















