TERASJABAR.ID – Jack Ma mendorong gurudi pedesaan untuk menyesuaikan metode pengajaran di era kecerdasan buatan (AI) dengan menekankan rasa ingin tahu dan kreativitas siswa.
Melalui pernyataan resmi Jack Ma Foundation, pendiri Alibaba ini menekankan bahwa era AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan pedesaan, sekaligus membuka kesempatan untuk kembali ke dasar-dasar pembelajaran.
“Di era AI, pertanyaannya bukan apakah kita harus menggunakan AI, tetapi bagaimana mengajarkan anak-anak untuk memanfaatkannya dengan benar,” ujar Ma, seperti ditulis South China Morning Post.
Ia menekankan pendidikan sebaiknya tidak fokus membuat anak bersaing dengan AI dalam hitung-hitungan atau daya ingat, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu yang menjadi sumber “kekuatan komputasi” manusia.
Sejak 2015, Ma telah bertemu ratusan guru melalui Rural Teachers Initiative, program yayasannya yang mendukung guru pedesaan dengan pendanaan dan pelatihan profesional.
Komentarnya kali ini muncul menanggapi kekhawatiran peserta program bahwa pendidikan pedesaan akan tertinggal di era AI.
“Kesenjangan di era AI bukan teknologi, tapi rasa ingin tahu, imajinasi, kreativitas, penilaian, dan kemampuan kolaborasi,” kata Ma.
Ia menekankan tujuan pendidikan bukan agar seribu siswa memberi jawaban sama, tapi agar mereka bisa mengajukan ribuan pertanyaan berkualitas berbeda.
Baru-baru ini, Jack Ma Foundation bersama startup AI Qwen menyumbangkan perangkat AI ke sekolah pedesaan untuk mengenalkan siswa pada teknologi.- ***

















