TERASJABAR.ID – Perbedaan antara ruam kulit biasa dan ruam yang berkaitan dengan HIV kerap menimbulkan kebingungan, terutama ketika ruam muncul secara tiba-tiba atau terlihat tidak wajar.
Memahami ciri khas masing-masing kondisi penting agar penanganan yang dilakukan tepat.
Pada dasarnya, tidak semua ruam kulit menandakan penyakit serius.
Sebagian besar ruam terjadi akibat iritasi, alergi, atau infeksi ringan.
Namun, pada individu dengan risiko HIV, ruam tertentu perlu lebih diwaspadai karena dapat menjadi tanda awal infeksi atau komplikasi akibat menurunnya daya tahan tubuh.
Ruam kulit biasa umumnya muncul dalam bentuk bercak kemerahan yang datar atau sedikit gelap, dengan area terbatas seperti tangan, kaki, atau bagian tubuh yang terpapar zat pemicu.
Keluhan yang menyertai biasanya ringan, seperti gatal atau perih, dan jarang disertai gejala sistemik.
Sebaliknya, ruam yang berhubungan dengan HIV dapat berupa bercak merah atau benjolan kecil yang menyebar luas di wajah, dada, lengan, hingga seluruh tubuh.
Pada kondisi tertentu, warna ruam bisa berubah menjadi keunguan atau cokelat gelap.
Ruam ini sering muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, atau nyeri sendi.
Dari segi penanganan, ruam kulit biasa umumnya membaik dengan perawatan sederhana dan hilang dalam waktu singkat.
Sementara itu, ruam akibat HIV cenderung sulit diatasi, sering berulang, dan membutuhkan pemeriksaan serta terapi medis sesuai penyebabnya.
Jika ruam tidak kunjung sembuh, sering kambuh, atau disertai keluhan berat, terutama pada individu berisiko HIV, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.-***















