TERASJABAR.ID – Walau dikenal dengan nama kacang bogor, bahan pangan ini sebenarnya tidak berasal dari Bogor.
Kacang bogor (Vigna subterranea), yang juga disebut Bambara groundnut, merupakan tanaman pangan asli Afrika yang kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Penamaan kacang bogor muncul karena camilan ini banyak dijual dan dibudidayakan di wilayah Bogor.
Umumnya, kacang bogor dikonsumsi setelah direbus.
Dalam 100 gram kacang bogor rebus terkandung sekitar 160 kalori serta beragam zat gizi penting.
Kandungan nutrisinya meliputi protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin B1.
Selain itu, kacang bogor juga mengandung mineral lain seperti kalium, magnesium, zinc, dan tembaga, serta vitamin B kompleks, beta karoten, dan asam amino esensial.
Berkat kandungan tersebut, kacang bogor dapat dijadikan camilan sehat.
Protein dan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga bermanfaat untuk menjaga atau menurunkan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Kacang ini juga memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah dan cocok untuk membantu pengelolaan diabetes.
Lemak tak jenuh dalam kacang bogor berperan dalam menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
Selain itu, flavonoidnya membantu mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.
Kandungan asam amino lisin dan leusin turut mendukung fungsi kekebalan tubuh, perbaikan jaringan, serta pengaturan gula darah.
Tak hanya itu, antioksidan tanin dalam kacang bogor juga diyakini dapat membantu menurunkan risiko kanker.
Meski aman bagi kebanyakan orang, penderita alergi kacang sebaiknya tetap berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.-***















