TERASJABAR.ID – Flaxseed oil atau minyak biji rami semakin populer sebagai minyak nabati yang kaya omega-3 dan dianggap bermanfaat bagi kesehatan jantung, kulit, pencernaan, hingga otak.
Namun, agar khasiatnya optimal, penting untuk memahami cara konsumsi yang benar sekaligus potensi risikonya.
Minyak ini berasal dari biji rami yang sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Di Indonesia, flaxseed oil banyak dipilih sebagai alternatif minyak sehat, terutama oleh mereka yang menjalani pola makan nabati atau ingin menambah asupan omega-3 tanpa mengonsumsi ikan.
Kandungan utama flaxseed oil adalah asam alfa-linolenat (ALA), sejenis omega-3 nabati yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
ALA membantu menurunkan kolesterol jahat dan mendukung elastisitas pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Selain itu, antioksidan dan asam lemak esensial di dalamnya juga bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, mengurangi peradangan ringan, serta mendukung fungsi saluran pencernaan dengan membantu kelancaran buang air besar.
Asupan omega-3 dari flaxseed oil juga berperan dalam mendukung fungsi otak dan menjaga daya ingat, meski penyerapannya tidak seefektif omega-3 dari ikan laut.
Meski demikian, minyak ini tetap bisa menjadi alternatif bagi yang tidak mengonsumsi produk hewani.
Di balik manfaatnya, flaxseed oil dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan, seperti gangguan pencernaan, reaksi alergi, atau interaksi dengan obat tertentu.
Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran, tidak berlebihan, dan dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit tertentu, atau yang sedang menjalani pengobatan rutin.-***
















