TERASJABAR.ID – Sedikitnya 10 warga tewas dan sekitar 80 lainnya dalam proses pencarian, pascalongsor menerjang Desa Pasirlangu, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat (KBB). Diduga, jumlah korban tewas bisa bertambah, karena hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (24/1/2026) pukul 18.30 WIB, Tim SAR maupun BPBD masih belum menemukan para korban yang diduga tertimbun material longsor.
Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam terhadap para korban. Menurutnya, ini adalah musibah terbesar yang terjadi di awal tahun 2026. “Pada tempatnyalah kita kirim doa kepada mereka yang telah wafat, sekaligus doa juga buat para korban selamat, yang rumah dan harta bendanya hancur diterjang longsor,” katanya ketika dihubungi media, Sabtu (24/1/2026).
BPBD Jabar sebagai mitra kerja Komisi V, diminta untuk segera menyalurkan bantuan logistik bagi para korban, serta menyiapkan tempat pengungsian yang layak bagi mereka yang telah kehilangan tempat tinggalnya.
“Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan prakiraan BMKG, bahwa beberapa wilayah di Jabar akan mengalami cuaca ektrem. Inilah faktanya, sejak semalam wilayah Lembang dan Cisarua diguyur hujan, yang membuat tanah menjadi labil. Dan boleh jadi, seperti disampaikan Pa Gubernur, itu diperparah dengan alih fungsi lahan,” ujar H. Untung yang juga legislator Partai Golkar dari dapil Sumedang-Majalengka-Subang.
Seperti diketahui, berdasarkan pernyataan BMKG Stasiun Bandung, Pos Hujan Perkebunan Sukawana mencatat curah hujan sebesar 215,5 milimeter, sementara Pos Hujan Perkebunan Pangheotan mencatat 210,5 milimeter dalam satu hari. Curah hujan yang sangat tinggi ini menjadi faktor utama penyebab longsor, terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang memiliki topografi berbukit, curam, serta kondisi tanah yang relatif labil.*













