TERASJABAR.ID – Produk anti nyamuk seperti semprotan, obat bakar, maupun losion umumnya mengandung bahan kimia yang berisiko menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Salah satu zat aktif yang sering digunakan adalah DEET.
Jika terhirup atau tertelan dalam jumlah berlebih, DEET dapat memicu gangguan kesehatan seperti sesak napas, nyeri perut, batuk, muntah, penurunan kesadaran, hingga kejang.
Penggunaan berlebihan dalam jangka panjang juga berisiko menyebabkan iritasi kulit, rasa terbakar, bahkan luka melepuh yang dapat meninggalkan bekas permanen.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, ada berbagai cara mengusir nyamuk tanpa bahan kimia yang bisa diterapkan.
Langkah paling sederhana adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, baik di bak mandi, selokan, pot tanaman, maupun wadah air lainnya.
Selain itu, pemasangan kasa antinyamuk di jendela dan ventilasi, serta penggunaan kelambu saat tidur, dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Menanam tanaman beraroma yang tidak disukai nyamuk, seperti serai wangi, lavender, atau mint, juga dapat membantu mengurangi gigitan.
Alternatif lainnya adalah memanfaatkan perangkap nyamuk dengan sinar UV yang mampu menarik dan mematikan nyamuk tanpa bahan kimia.
Mengenakan pakaian berwarna terang dan berlengan panjang, serta menyalakan kipas angin, juga efektif karena membuat nyamuk sulit mendekat.
Mengingat gigitan nyamuk dapat menularkan berbagai penyakit berbahaya, upaya pencegahan alami ini penting untuk melindungi kesehatan keluarga.-***











