TERASJABAR.ID – Vegan dan vegetarian sering dianggap sama, namun keduanya memiliki perbedaan penting.
Keduanya merupakan pola makan berbasis nabati yang meniadakan daging dan ikan, tapi batasan makanan dan gaya hidup berbeda.
Vegetarian adalah pola makan tanpa konsumsi daging merah, unggas, atau makanan laut.
Jenis vegetarian dibagi menjadi: lacto-ovo-vegetarian (mengonsumsi susu dan telur), lacto-vegetarian (mengonsumsi susu tapi tidak telur), dan ovo-vegetarian (mengonsumsi telur tapi tidak susu).
Vegetarian menentang pembunuhan hewan untuk makanan, namun menganggap produk sampingan hewan seperti susu dan telur boleh dikonsumsi bila hewan dirawat baik.
Vegan merupakan tipe vegetarian yang lebih ketat.
Selain menghindari daging, susu, dan telur, vegan juga menghindari semua produk hewani, termasuk gelatin, madu, whey, dan bahan dari hewan untuk tujuan lain, seperti pakaian atau kosmetik.
Filosofi vegan menekankan kebebasan hewan dari eksploitasi manusia.
Pola makan nabati ini memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, kanker, divertikulitis, obesitas, dan kolesterol tinggi.
Namun, risiko kekurangan nutrisi tetap ada, terutama protein, zat besi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D, yang bisa menyebabkan anemia atau defisiensi protein.
Bagi yang ingin menjadi vegan atau vegetarian, penting memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, serta berkonsultasi dengan dokter, terutama saat hamil, menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu, agar pola makan tetap sehat dan aman.-***













