TERASJABAR.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyalurkan bantuan pendidikan Gajah Pintar kepada 20 peserta didik kurang mampu di Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini menjadi wujud komitmen PSI dalam mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda.
Para penerima bantuan berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka merupakan siswa yang belum menerima bantuan pendidikan dari pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Jakhin Pangemanan, didampingi Wakil Bendahara Umum DPP PSI Farhana Nabila Hanifah serta Direktur Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif DPP PSI Kevin Wu. Kegiatan berlangsung di Kantor DPD PSI Kota Bandung, Kamis (22/01/2026), dan turut dihadiri pengurus partai serta anggota DPRD Kota Bandung.
Melky Jakhin Pangemanan mengatakan, kehadiran PSI di Kota Bandung merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus menjalankan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, agar kader partai hadir dan bekerja nyata untuk rakyat.
“Bagi kami, pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Melalui program ini, kami berharap anak-anak tetap semangat belajar, sekaligus dapat sedikit meringankan beban ekonomi orang tua,” ujar Melky.
Ia menegaskan, program bantuan pendidikan Gajah Pintar akan terus berlanjut dan diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen PSI dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Program ini akan terus berjalan di berbagai daerah. Komitmen PSI membangun SDM yang unggul dan berdaya saing sejalan dengan kepemimpinan nasional Prabowo–Gibran,” ucapnya.
Melky juga meminta kader PSI di Kota Bandung, khususnya anggota DPRD, untuk lebih peduli terhadap masyarakat, terutama warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Menurutnya, masih banyak keluarga di Kota Bandung yang membutuhkan dukungan agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Bantuan ini bersifat stimulan. Kami berikan kepada siswa yang belum menerima bantuan pemerintah, dengan nominal Rp500 ribu per anak per tahun dan disalurkan secara rutin,” jelasnya.
Ia menambahkan, penetapan penerima manfaat dilakukan melalui koordinasi berjenjang, mulai dari pengurus DPD, struktur di tingkat kecamatan, hingga anggota legislatif PSI yang menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dengan mekanisme tersebut, PSI berharap bantuan dapat tepat sasaran.
Menurut Melky, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah. Karena itu, ia menilai penting adanya sinergi antara program partai, kebijakan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.
“PSI hadir sebagai bagian dari infrastruktur politik untuk memperkuat kebijakan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah. Program bantuan pendidikan ini kami posisikan sebagai pelengkap dan stimulan dari program-program pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, PSI juga mendorong anggota legislatifnya di DPRD Kota Bandung untuk aktif mengawal kebijakan pendidikan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, agar aspirasi masyarakat dapat diwujudkan dalam kebijakan publik yang konkret.
Ke depan, PSI berencana memperluas jangkauan penerima bantuan pendidikan seiring dengan penguatan struktur partai di daerah serta meningkatnya dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor pendidikan.
“Kami ingin memastikan pendidikan benar-benar menjadi prioritas, tidak hanya dalam wacana, tetapi melalui program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Melky.












