TERASJABAR.ID – Banjir rob sejak pertengahan Desember tahun lalu, hingga memasuki Januari 2026, menerjang wilayah pesisir pantai Jabar utara, seperti Bekasi dan Karawang. Karenanya, warga diminta mengantisipasi kemungkinan terburuk, akibat lamanya genangan air di pemukiman.
Terakhir, banjir rob merendam dua desa di Kab. Bekasi selama lebih dari sepekan sejak pertengahan Desember, tanpa ada tanda-tanda akan surut. Desa yang terdampak adalah Samudra Jaya di Kec. Tarumajaya dan Hurip Jaya di Kec. Babelan.
“Banjir rob adalah genangan air di daratan wilayah pesisir yang terjadi saat air laut pasang naik melebihi batas normal, meluap ke daratan, dan menyebabkan area sekitar terendam. Fenomena ini bukan disebabkan hujan, melainkan karena pasang air laut, diperburuk faktor perubahan iklim berupa kenaikan permukaan laut dan penurunan tanah,” kata Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., Jumat (2/1/2026).
Yang cukup mengkhawatirkan, lanjut Untung, adalah durasi rendaman air yang mencapai lebih dari satu pekan. “Terlebih ketinggian genangan air mencapai hampir 1 meter, yang otomatis mengganggu aktivitas keseharian masyarakat pesisir,” ujar Sekretaris Depidar SOKSI Jabar yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini.
“Jika warga ingin tetap bertahan, ya mesti menyiapkan perbekalan yang cukup. BPBD Jabar pun harus segera menyalurkan bantuan uang diperlukan. Namun jika genangan terlalu lama, sudah harus dipikirkan mengungsi untuk sementara waktu hingga air surut,” tambah H. Untung.
Ia menambahkan, banjir rob memang bukan fenomena baru bagi wilayah Samudra Jaya. Namun, intensitas kejadian meningkat sepanjang 2025 hingga delapan kali, berbeda dibandingkan tahun 2024 dan 2023 yang hanya terjadi dua kali.*










