TERASJABAR.ID – Istilah diet yoyo ini digunakan untuk menggambarkan pola penurunan berat badan yang tidak stabil, yaitu berat badan turun dengan cepat lalu naik kembali dalam waktu singkat dan terjadi berulang.
Kondisi ini biasanya muncul karena seseorang ingin hasil instan, misalnya demi acara tertentu, sehingga menerapkan diet ketat dan olahraga ekstrem.
Namun, setelah target tercapai, pola hidup sehat tersebut ditinggalkan dan berat badan kembali meningkat.
Diet yoyo dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.
Salah satunya adalah meningkatnya risiko obesitas. Saat berat badan turun drastis, kadar hormon leptin yang mengatur rasa kenyang ikut menurun, sehingga tubuh lebih mudah merasa lapar dan berpotensi makan berlebihan.
Selain itu, fluktuasi berat badan cepat juga dapat meningkatkan persentase lemak tubuh, terutama lemak di area perut, karena tubuh cenderung menyimpan energi sebagai lemak, bukan otot.
Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko penyakit hati, seperti perlemakan hati, serta gangguan metabolisme yang dapat berujung pada diabetes tipe 2.
Diet yoyo juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung.
Dari sisi psikologis, kondisi ini dapat memicu rasa frustrasi, menurunnya kepercayaan diri, hingga depresi.
Untuk menurunkan berat badan secara aman, terapkan pola hidup sehat yang berkelanjutan, seperti konsumsi gizi seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, dan mengelola stres dengan cara yang sehat agar berat badan tetap stabil.-***
















