TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan komitmen BAM untuk ikut membantu sekaligus mengawasi penanganan konflik yang berkaitan dengan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).
Dalam proses tersebut, BAM berencana melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar solusi yang dihasilkan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Agun menjelaskan bahwa pihak-pihak yang akan dilibatkan meliputi masyarakat, yayasan pengelola, Pemerintah Kota Bandung, hingga kalangan budayawan dan akademisi perguruan tinggi.
“Masyarakat, yayasan, pemerintahan kota dan mungkin kalangan para budayawan, para cendikiawan perguruan tinggi yang bisa menjadikan research untuk pengembangan keilmuan (tentang) kehewanan dan sebagainya,” jelas Agun, usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAM DPR RI dengan Penjaga Warisan Sunda (PEWARIS), sebagaimana ditulis Parlementaria pada Rabu, 21 Januari 2026.
Menurutnya, keterlibatan akademisi penting untuk mendukung pengembangan riset dan kajian ilmiah, khususnya di bidang kehewanan dan konservasi.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X tersebut menilai Kebun Binatang Bandung bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga memiliki nilai sejarah, warisan budaya, serta peradaban yang penting.
Selain itu, kebun binatang juga berfungsi sebagai sarana penelitian dan pendidikan.
Oleh karena itu, BAM sepakat mendorong upaya penyelamatan Bandung Zoo melalui mekanisme mediasi dengan seluruh pihak terkait.
BAM berpandangan kebun binatang sebaiknya tetap beroperasi, namun bukan untuk kepentingan sepihak.
Agun juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan satwa, serta menyampaikan rencana BAM untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi.-***
















