TERASJABAR.ID – Hubungan institusional antara Barcelona dan Real Madrid saat ini disebut tengah memburuk.
Kondisi tersebut mulai berdampak pada dinamika pemain di tim utama masing-masing klub.
Dalam beberapa tahun terakhir, para pemain dari kedua kubu masih mampu menjaga relasi yang relatif baik di luar laga El Clasico.
Namun situasi itu kini berubah, dan dampak terbesarnya dikhawatirkan akan dirasakan oleh tim nasional Spanyol.
Ketegangan memuncak sejak El Clasico pertama musim ini pada Oktober lalu, ketika Dani Carvajal terlibat adu argumen dengan Lamine Yamal di Santiago Bernabeu.
Insiden tersebut memicu suasana panas antara pemain Real Madrid dan Barcelona.
Sejak saat itu, eskalasi konflik terus berlanjut.
Menurut laporan Diario AS, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kubu La Roja, bahkan disebut membuat pelatih Luis de la Fuente resah.
Keberhasilan timnas Spanyol dalam tiga tahun terakhir tidak lepas dari kekompakan antar pemain.
Hubungan solid tersebut selama ini menjadi fondasi utama. Carvajal dan Lamine Yamal menjadi figur sentral.
Jika konflik ini berlarut, dampaknya bisa fatal, terutama karena Spanyol menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia mendatang di Amerika Utara.
Masalah tidak berhenti di situ. Lamine Yamal juga dikabarkan bersitegang dengan Dean Huijsen pada final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Situasi ini menjadi perhatian serius federasi. Meski belum ada kepastian terkait langkah mediasi, jelas bahwa solusi cepat dibutuhkan demi menjaga keharmonisan skuad dan peluang Spanyol meraih gelar dunia kedua.-***













