TERASJABAR.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat progres signifikan dalam penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Provinsi Aceh.
Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di Aceh telah mendekati 90 persen, menandai komitmen pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan bahwa percepatan penyaluran di Aceh terus dilakukan agar bantuan segera dirasakan masyarakat.
“Untuk Aceh, progresnya sudah mendekati 90 persen. Kami dorong agar sisa penyaluran dapat segera dituntaskan tanpa menunggu batas akhir waktu,” ujarnya dalam siaran pers Bapanas.
Andriko menjelaskan, salah satu wilayah yang masih dalam proses adalah Kabupaten Bireuen, dengan capaian penyaluran sekitar 68 persen dan ditargetkan rampung dalam empat hingga lima hari ke depan.
Penyelesaian ini dinilai penting agar penyaluran bantuan pangan tahap berikutnya dapat segera berjalan tepat waktu.
“Prinsipnya, begitu alokasi Oktober–November selesai, penyaluran periode selanjutnya bisa langsung dimulai. Tidak perlu menunggu sampai akhir Januari,” tegas Andriko.
Bapanas mencatat, di Provinsi Aceh telah disalurkan hampir 10 ribu ton beras bantuan pangan, yang diperkuat dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana sekitar 17 ribu ton. Setiap PBP menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.















