TERASJABAR.ID – Perawatan luka diabetes perlu dilakukan dengan benar karena proses penyembuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan luka pada orang tanpa diabetes.
Jika tidak ditangani secara tepat, luka dapat melebar, terinfeksi, bahkan meningkatkan risiko amputasi.
Lambatnya penyembuhan luka pada penderita diabetes umumnya disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi.
Kondisi ini dapat merusak saraf, melemahkan daya tahan tubuh, serta mengganggu aliran darah, sehingga regenerasi jaringan menjadi terhambat.
Akibatnya, luka sering kali tetap terbuka, lembap, dan sulit sembuh, serta lebih mudah terinfeksi bakteri maupun jamur hingga memicu gangrene.
Untuk mencegah komplikasi, terdapat beberapa langkah penting dalam merawat luka diabetes.
Luka perlu dibersihkan setiap hari menggunakan air mengalir dan sabun, lalu dikeringkan dan diberi salep antibiotik sesuai anjuran dokter.
Tekanan pada area luka harus dikurangi, terutama jika berada di kaki, dengan menggunakan alas kaki khusus penderita diabetes.
Luka juga sebaiknya ditutup dengan perban yang tepat guna menyerap cairan dan mempercepat penyembuhan.
Selain itu, pengendalian kadar gula darah sangat berperan dalam proses pemulihan.
Penderita juga perlu mewaspadai tanda-tanda infeksi seperti nyeri, kemerahan, pembengkakan, atau bau tidak sedap.
Asupan nutrisi, terutama protein, vitamin, dan mineral, harus tercukupi untuk membantu perbaikan jaringan.
Jika luka tidak membaik atau menimbulkan keluhan serius, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini dapat mengurangi risiko komplikasi yang berbahaya.-***














