TERASJABAR.ID – Susi Pujiastuti adalah sosok Srikandi Indonesia yang mendunia. Ia bukan hanya sebagai perempuan tangguh tetapi sebagai simbol keberanian Indonesia. Dari deburan ombak laut Pangandaran, ia melangkah menjadi figur global yang dihormati.
Ia lahir 15 Januari 1965 di Pangandaran dari keluarga pedagang ternak. Namun meski dalam keterbatasan dan kehidupan sederhana bagi dirinya bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Perjalanan Kisah hidup Susi Pudjiastuti adalah bukti bahwa keberanian, kerja keras, dan kejujuran dapat mengantarkan seseorang melampaui batas-batas yang dianggap mustahil.
Masa remajanya penuh gejolak. Susi memilih berhenti sekolah di SMA Negeri 1 Yogyakarta karena sering sakit dan merasa tidak cocok dengan sistem pendidikan formal. Namun, langkah itu justru menjadi titik balik kehidupannya. Dengan menjual perhiasan dan modal awal Rp750.000, ia mulai membuka usaha kecil di kampung halamannya—sebuah keputusan berani yang kelak mengubah hidupnya dan wajah dunia bisnis Indonesia.
Pengusaha Visioner
Susi mendirikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan eksportir hasil laut yang berkembang pesat berkat keberanian dan kecermatannya membaca pasar internasional. Tidak berhenti di darat dan laut, ia merambah langit dengan membangun Susi Air, maskapai penerbangan yang kini melayani rute-rute terpencil di seluruh Indonesia menjadi penyelamat bagi banyak daerah yang sulit dijangkau.
Menteri yang Mengguncang Dunia
Pada 2014, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sejak saat itu, namanya melejit sebagai pejabat yang paling tegas, paling berani, dan paling berbeda. Dengan gaya apa adanya, tanpa ragu ia mengeluarkan kebijakan keras terhadap praktik pencurian ikan oleh kapal asing.
Kata-kata “TENGGELAMKAN!” menjadi ikon kepemimpinannya. Dunia menoleh, sementara penelitian di jurnal Nature mencatat bahwa kebijakannya berhasil mengurangi illegal fishing hingga 25%, meningkatkan potensi tangkapan sebesar 14%, dan menambah keuntungan nelayan Indonesia hingga 12%. Ini adalah capaian monumental yang jarang dilakukan oleh negara mana pun.
Kehidupan Pribadi
Dalam perjalanan hidupnya, Susi pernah menikah beberapa kali. Ia memiliki tiga anak yakni, Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser dan Alvy Xavier.
Di balik ketegasannya, Susi tetap seorang ibu dan perempuan yang hangat, sederhana, dan selalu berbicara apa adanya.
Penghargaan dan Reputasi Internasional
Namanya masuk dalam daftar BBC 100 Women, serta mendapat berbagai penghargaan internasional berkat dedikasinya terhadap kelautan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Ia juga dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro atas kontribusinya bagi bangsa.
ADVERTISEMENT
















