Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menggelar Sekolah Lansia Santun di Kota Tasikmalaya, resmi di launching sebagai upaya meningkatkan hidup para lanjut usia.
Karena PWRI sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah tunggal bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil serta Pejabat Negara dan Pensiunan BUMD dan BUMN di seluruh Indonesia.
Sekertaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengapresiasi adanya sekolah lansia ini, Karena tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan kaitan dengan penuaan. Dalam arti penuaan ini yakni tidak tidak harus sendiri dan merasa dihindari oleh orang lain.
Menurut dia, Program Sekolah lansia ini di luar program pemerintah, maka kami sangat mendorong adanya program Sekolah lansia PWRI.
“Karena Sekolah lansia PWRI ini digelar baru pertama dan berharap dengan adanya sekolah lansia ini meningkatkan taraf hidup, pengetahuan lansia, sehingga lansia tidak jadi beban dan bisa hidup mandiri, ” Katanya
“Untuk kebutuhan tentunya kami akan mendorong sesuai program yang dibutuhkan Sekolah lansia PWRI, Karena kegiatan sekolah lansia PWRI ini anggaran dari swadaya, tentu akan dibantu, ” harapnya
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, H. Rahmat Kurnia, menyampaikan Sekolah Lansia PWRI ini pembelajaran yang fokus pada Pembinaan Keluarga Sakinah dengan Materi pembelajaran meliputi kesehatan, kebugaran, keagamaan, keterampilan sosial, serta pemahaman peran lansia di tengah masyarakat.
“Sekolah Lansia ini diharapkan membuat para lansia tetap merasa dihargai, dibutuhkan, dan mampu menjalani masa tua dengan bermakna, santun, dan bermartabat.
Kata dia, ada sebanyak 16 Ribu Orang anggota PWRI Kota Tasikmalaya yang telah bergabung menginginkan sekolah Lanjutan bagi usia lanjut,”ucapnya.
“Saya harap pusat pembelajaran dan pemberdayaan lansia sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang ramah dan sejahtera, sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat, ” Ungkapnya
Sementara itu, Direktur Centre for Family and Ageing Studies (CeFAS) di Universitas Respati Indonesia (URINDO) dan aktif sebagai Direktur IRL (Indonesia Ramah Lansia) Provinsi Jawa Barat Dr. Susiana Nugraha, SKM., MN. menambahkan pembelajaran lansia akan dijalankan melalui pendidikan, aktifitas sosial, dan akan merujuk aktif pada masalah kesehatan lansia.
“Dimana nantinya para lansia saling terhubung dengan teman-teman sebaya yang dulunya satu tempat kerja dan minimal meningkatkan kebahagiaan dan mencegah resiko penyakit generatif, ” ujarnya
“Untuk pembelajaran pertama hari ini dan pelajaran berikutnya akan digelar satu bulan sekali sampai bulan ke dua belas kita akan laksanakan wisuda, ” Pungkasnya.***











