TERASJABAR ID -Jalan Raya Bandug-Garut dari arah Cileunyi hingga Parakanmuncang yang saat ini jika malam gelap gulita karena lampu penerangan jalan umum (PJU) tak berfungsi, jalan tersebut kini jadi arena balapan liar.
Aksi balapan liar tersebut viral di media sosial yang melibatkan puluhan remaja. Aksi mereka di ruas jalan Bandung-Garut ini kerap memblokade jalan.
Bahkan, saat mereka akan balapan, menghentikan para pengguna jalan yang hendak melintas. Aksi balap liar tersebut terekam kamera ponsel pengguna jalan, dan videonya beredar di media sosial.
Titik pusat balap liar ini berada di depan PT Kahatex, Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya membenarkan aksi balapan liar di Jalan Bandung-Garut yang melibatkan puluhan remaja di wilayah hukum Polres Sumedang.
“Terkait balapan liar tersebut, patroli skala besar melibatkan personel gabungan dari enam Polsek di wilayah barat Sumedang telah dilakukan,” kata Awang, Kamis (15/1/2026).
Patroli skala ini, kata Awang merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi balap liar dan mengantisipasi tindak kriminalitas C3 (Curat, Curas, dan Curanmor).
“Sasarannya meliputi pelajar yang berkeliaran di luar rumah pada malam hari, lokasi rawan premanisme, objek vital, titik keramaian, pemukiman penduduk, dan wilayah-wilayah yang kerap dijadikan balap liar.
Awang pun mengatakan, kehadiran aparat kepolisian di lapangan juga menjadi sarana pemetaan wilayah rawan tindak pidana, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terukur.
“Patroli gabungan akan terus dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Jalan Bandung-Garut dari ruas Cileunyi-Parakamuncang saat ini jika malam gelap gulita karena banyak lampu PJU mati.
Meski banyak lampu PJU tak berfungsi, namun keberadaan PKL dan pasar tumpah di jalan tersebut di wilayah Sumedang, terutama depan PT Kahatek saat ini telah bersih setelah ditertibkan Pemkab Bandung.
Sayangnya, keberadaan PKL yang telah “diusir” dari wilayah Sumedang kini nyeberang jalan dan membuka lapak di wilayah Kabupaten Bandung dan marak.













