TERASJABAR.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melihat langsung proses penerapan teknologi Extended Reality (XR) dalam pembuatan film animasi Pelangi di Mars garapan DossGuava XR Studio.
Dalam kesempatan itu, Menteri Ekraf menyaksikan bagaimana DossGuava XR Studio menyajikan pemanfaatan teknologi XR yang terintegrasi dalam satu ekosistem kerja. Seluruhnya, mengandalkan teknologi itu sebagai tulang punggung proses kreatif dan produksi audiovisual.
Bukan hanya meninjau langsung penerapan teknologi XR dalam industri perfilman nasional, kehadiran Menteri Ekraf ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kreator, industri, dan pemangku kepentingan guna mendorong kemajuan subsektor animasi Indonesia.
Dilansir laman Kementerian Ekraf, Teuku Riefky Harsya juga menekankan pentingnya kesinambungan ekosistem kreatif yang telah dibangun oleh pelaku industri.
“Kita ingin terus mengembangkan apa yang DossGuava XR Studio ini sudah perjuangkan selama ini dan idealismenya ke depan untuk generasi penerusnya untuk itu saya bawa juga stakeholder ini,” jelasnya di DossGuava XR Studio, Pejaten, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya tidak semata mendukung produksi Pelangi di Mars, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Film Indonesia ini harus semakin sukses tidak hanya jadi tuan rumah, tetapi dapat mendunia, karena salah satu misi Kementerian Ekraf juga membawa IP Indonesia ke global,” ujarnya.
Teknologi XR merupakan istilah payung untuk teknologi imersif yang menggabungkan dunia nyata dan digital, mencakup Realitas Virtual (VR), Realitas Tertambah (AR), dan Realitas Campuran (MR).
















