TERASJABAR.ID – Terminal wisata Paniis di wilayah Kec. Pasawahan, Kab. Kuningan sejak dibangun tahun 2020 hingga sekarang, cenderung kurang berfungsi. Bahkan bisa dibilang, sepi dari kendaraan yang singgah.
Sebenarnya Terminal Paniis yang dibangun era Bupati almarhum Acep Purnama itu, digadang-gadang menjadi penunjang upaya Kab. Kuningan menuju daerah wisata, serta mendukung aktivitas wisata Kebun Raya Kuningan (KRK).
Daerah tujuan wisata ini masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Namun dalam perjalanannya hingga kini belum berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Alih-alih menjadi pusat aktivitas transportasi wisata, kondisi terminal tersebut justru terkesan terbengkalai. Lebih parah lagi kondisi saat ini tidak terlihat aktivitas sehingga praktis tidak berfungsi.
Kepala Dinas Perhubungan Kab. Kuningan, M. Nurdijanto, didampingi oleh Sekdis Rangga Gumilar, saat dikonfirmasi menjelaskan, pembangunan terminal wisata itu terintegrasi dengan bandara Kertajati.
“Kertajati sangat masif pembangunannya, saat itu Kuningan bagian utara akan dijadikan pembangunan wisata,” ujarnya, Rabu (14/1/2025).
Salah satu faktor penyebab terminal itu mangkrak, kata Nurdijanto, adalah pandemi Covid-19. “Pas terminal ini jadi, maka ada virus corona. Ketika pandemi udah selesai, ternyata Kertajati juga mengalami hal yang sama. Konsep awal kami dengan Dinas Pariwisata, adanya terminal di Paniis itu agar kendaraan bisa berhenti di situ semua, kemudian dilanjut dengan feeder yang akan mengantar wisatawan ke beberapa lokasi wisata Kuningan Utara, jadi tiketnya juga sepaket,” ujarnya.
Menurut Kadishub Nurdijanto, hingga saat ini masih ada anggota yang tugas disana menjaga dan melakukan pengawasan di area Terminal Paniis, meskipun aktivitas transportasi belum berjalan optimal, ungkapnya.
Sementara ini, Dishub membuka peluang untuk investor maupun pihak ketiga agar Terminal Paniis dapat dikelola dan bisa bermanfaat, guna menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).*











