TERASJABAR.ID – Orang dengan kadar kolesterol tinggi dianjurkan membatasi konsumsi makanan tertentu yang dapat memicu peningkatan kolesterol.
Anjuran ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki risiko penyakit jantung, stroke, maupun diabetes.
Pasalnya, kolesterol memang dibutuhkan tubuh, tetapi jika jumlahnya berlebihan justru berbahaya bagi kesehatan.
Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh hati dan berperan penting dalam menjaga fungsi sel, membentuk empedu, vitamin D, serta sejumlah hormon.
Namun, asupan kolesterol dari makanan sebaiknya tidak melebihi 200 mg per hari.
Jika kadar kolesterol melampaui batas normal, risiko penyakit serius seperti jantung koroner, stroke, hingga obesitas dapat meningkat.
Dalam tubuh, kolesterol terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida.
Kadar kolesterol dinilai normal jika HDL berada di atas 60 mg/dL, trigliserida di bawah 150 mg/dL, dan LDL kurang dari 100 mg/dL.
Selain diproduksi tubuh, kolesterol juga berasal dari makanan.
Beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi antara lain makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, es krim, steak daging merah, telur jika dikonsumsi berlebihan, serta makanan laut tertentu seperti lobster.
Jeroan juga termasuk sumber kolesterol tinggi yang sebaiknya dihindari.
Selain itu, daging bebek, keju, dan susu tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi tanpa kontrol.
Meski demikian, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya.
Pilih porsi yang wajar, olahan rendah lemak, serta imbangi dengan konsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan yang kaya serat.
Pola makan sehat, gaya hidup aktif, serta pemeriksaan kolesterol secara rutin ke dokter sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal dan mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari.-***
















