TERASJABAR. ID – Dalam sebuah ruang pertemuan yang dipenuhi layar monitor, tren data, dan notifikasi tanpa henti dari berbagai platform media sosial, profesi public relations (PR) seringkali dipandang sekadar menjadi perantara pesan antara perusahaan dan publik. Namun pengalaman seorang praktisi dengan lebih dari dua dekade di lapangan menunjukkan bahwa fungsi ini jauh lebih kompleks—ia menjadi penghubung makna, penjaga reputasi, dan penata narasi yang strategis. Nama Arif Mujahidin muncul berulang kali dalam konteks itu, bukan hanya sebagai peran korporat, tetapi sebagai representasi bagaimana PR harus berevolusi di tengah perubahan cepat ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekspektasi publik.
Arif bukan sosok yang tiba-tiba muncul di panggung komunikasi korporat Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai wartawan di media nasional dan internasional, sebuah pengalaman awal yang membekalinya kepekaan terhadap bagaimana cerita dibentuk dan diterima oleh publik. Pengalaman ini kemudian mengantarkannya ke dunia corporate communications, di mana kemampuan memahami berbagai perspektif isu menjadi kunci utama dalam merancang strategi yang efektif. 
Sejak bergabung dengan Danone Indonesia—perusahaan global yang bergerak di bidang nutrisi dan hidrasi—Arif berperan sebagai pemimpin tim komunikasi yang bertanggung jawab mengelola reputasi perusahaan, hubungan dengan media, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Baik dalam konteks bisnis maupun tanggung jawab sosial, Arif melihat bahwa peran PR harus lebih dari sekadar menyampaikan pesan — tetapi juga memastikan pesan itu relevan di berbagai kanal, baik tradisional maupun digital.
Visi tersebut diuji dan dibuktikan melalui sejumlah penghargaan yang diterima oleh tim komunikasi Danone Indonesia di bawah kepemimpinan Arif.
Pada 2023 PR Awards, acara penghargaan tingkat Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Oseania yang diselenggarakan oleh Marketing Interactive, Danone Indonesia meraih beberapa penghargaan bergengsi termasuk Gold untuk Best PR Campaign FMCG dan Gold untuk Best Covid-19 Related Campaign. Di ajang yang sama, Arif sendiri mendapatkan apresiasi sebagai PR Champion of The Year (Brand) — pengakuan atas kepemimpinannya dalam membangun tim yang adaptif dan berorientasi hasil di tingkat regional. 














