Catatan Hendry Ch Bangun
Di kampung Cijambu, Desa Gunungjaya, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, saya bertemu Steve Sugita. Lelaki berusia 85 tahun, yang mendedikasikan hidupnya untuk ikut memberi sumbangsih kesehatan bagi masyarakat melalui Oxybaric Centre. Sebab dia merasa mendapat tugas dari langit setelah mendapat kesempatan hidup kedua, sehabis mengalami peristiwa yang nyaris merengut nyawa, yakni tubuhnya terbakar hebat.
Hingga kini bekas itu masih terlihat di kaki, tangan, dan tubuhnya menjadi pengingat penderitaan hebat yang dia alami.
“Waktu itu saya seperti terbang ke langit. Berada dalam kondisi koma. Tahu-tahu ada suara kecil mengatakan, kamu jangan mati dulu. Kembali ke bumi, kami harus menolong orang. Eh saya sadar kembali,” cerita Steve waktu kami ngobrol di Oxybaric Centre.
Wajahnya fresh, kulitnya mulus, ingatannya bagus, dan berbicara runtut. “Saya tinggal di sini. Kalau ada tabung yang kosong, ya saya masuk dan menghirup oksigen murni,” ujarnya ketika saya tanya berapa kali dalam seminggu dia ikut berobat.
Salah satu efek dari pemompaan oksigen murni ke tubuh manusia adalah kulit yang mulus, makanya salah satu tagline Oxybaric Centre Steve Sugita ini adalah stay young, beauty, and healthy. You can life beyond 100 years.
Di fasilitas itu ada 7 tabung hiperbarik, yang menyediakan oksigen murni 100% bagi “pasien” yang ingin berobat. Sebenarnya tempat yang berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini bukan rumah sakit, dia fasilitas kesehatan yang tersedia untuk umum dan peminat.
Pengunjung tidak hanya dari Sukabumi dan sekitarnya atau Jakarta saja. Kalau lihat lokasi parkir ada juga mobil dengan plat nomor H, D, selain F, dan D.
















