TERASJABAR.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk kembali menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.
Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya kasus influenza A (H3N2) atau superflu yang dilaporkan terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
“Peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” ujar Habib, seperti ditulis Parlementaria pada Jumat (9/1/2026).
Ia menekankan bahwa langkah pencegahan perlu segera dilakukan agar risiko penularan dapat ditekan.
Habib menilai anak-anak sebagai kelompok yang cukup rentan terhadap penyakit menular.
Oleh karena itu, lingkungan sekolah perlu memberikan perlindungan tambahan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dalam kondisi aman dan sehat.
Ia mendorong penerapan kembali protokol kesehatan dasar, seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan, sebagai bagian dari rutinitas di sekolah.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan fasilitas cuci tangan yang sudah tersedia di banyak sekolah.
Siswa diharapkan membiasakan diri mencuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun antiseptik sebelum memulai kegiatan belajar, dengan pengawasan dari guru dan pihak sekolah.
Selain itu, penggunaan masker dinilai efektif untuk mengurangi risiko penularan virus penyebab superflu.
Habib turut menekankan peran orang tua agar tidak memaksakan anak bersekolah saat sedang sakit.
Edukasi tentang superflu pun perlu diperkuat agar kewaspadaan meningkat tanpa menimbulkan kepanikan.
Sebagai upaya lanjutan, Habib mendorong pemerintah mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah melalui kerja sama lintas kementerian.-***















