TERASJABAR.ID – Indonesia yang menorehkan pencapaian swasembada beras memutuskan tidak ada importasi yang dimulai sejak tahun 2025.
Keputusan bersejarah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri. Apalagi terkait pemenuhan kebutuhan konsumsi beras untuk masyarakatnya.
Langkah penghentian impor beras Indonesia justru membawa perubahan drastis pada pergerakan harga beras di pasar internasional.
Harga beras global cenderung menurun yang salah satunya merupakan dampak tidak adanya permintaan dari Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ia menegaskan Indonesia tidak perlu impor karena produksi beras nasional memadai. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepenuhnya bersumber dari kristalisasi kerja keras dari para petani dalam negeri.
“Hari ini adalah kita hari kebahagiaan bagi petani seluruh Indonesia. Petani betul-betul sangat bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik. Kesejahteraan petani naik,” kata Amran, dikutip laman Bapanas.
Dampak positifnya, menurut Mentan, adalah harga pangan dunia turun dari 650 dolar menjadi 340 dolar per ton. Turun 44 persen.
















