TERASJABAR.ID – Saraf kejepit merupakan kondisi ketika saraf mengalami tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon.
Akibatnya, penderitanya dapat merasakan berbagai keluhan, mulai dari kaku, kesemutan, mati rasa, hingga nyeri yang muncul saat beraktivitas.
Tingkat keparahan saraf kejepit berbeda-beda, sehingga penanganannya pun bisa bervariasi, mulai dari membaik dengan sendirinya hingga membutuhkan pengobatan medis.
Selain menjalani terapi atau pengobatan, penderita saraf kejepit juga perlu memperhatikan sejumlah pantangan agar proses pemulihan tidak terhambat.
Salah satunya adalah menghindari duduk atau berdiri terlalu lama.
Posisi tubuh yang statis dalam waktu panjang dapat meningkatkan tekanan pada saraf, khususnya di tulang belakang.
Sebaiknya, luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan peregangan ringan setiap 30–60 menit.
Gerakan berulang yang dilakukan terus-menerus juga perlu dibatasi karena dapat memperparah tekanan dan peradangan pada saraf yang terjepit.
Selain itu, olahraga berat seperti angkat beban, lari, atau aktivitas dengan banyak lompatan sebaiknya dihindari karena berisiko memperburuk kondisi.
Sebagai gantinya, olahraga ringan seperti berjalan kaki justru dapat membantu melancarkan aliran darah.
Pantangan lain yang perlu diperhatikan adalah menghindari gerakan mendadak, menjaga posisi tidur yang benar, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
Meskipun tidak menyebabkan saraf kejepit secara langsung, jenis makanan tersebut dapat memicu peradangan dan memperparah gejala.
Jika keluhan tidak kunjung membaik meski sudah menghindari pantangan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.-***















