TERASJABAR.ID – Tottenham Hotspur berpeluang menerima dana sebesar €10 juta apabila Fiorentina memutuskan untuk mempermanenkan status Manor Solomon pada akhir musim.
Namun, kedatangan winger asal Israel tersebut justru memicu kontroversi bernuansa politik di Florence.
Fiorentina secara resmi mengumumkan perekrutan Solomon dengan status pinjaman dari Tottenham pada Jumat lalu.
Kesepakatan itu disertai opsi pembelian permanen, yang menurut laporan La Gazzetta dello Sport bernilai sekitar €10 juta untuk pemain berusia 26 tahun tersebut.
Sebelumnya, Solomon sempat menjalani paruh pertama musim 2025/26 sebagai pemain pinjaman di Villarreal, dengan catatan satu gol dan satu assist dari enam penampilan di La Liga.
Situasi Fiorentina sendiri tengah sulit. Klub berjuluk La Viola itu terpuruk di dasar klasemen Serie A dengan hanya satu kemenangan sejauh musim ini.
Di tengah tekanan performa, perekrutan Solomon justru menimbulkan kegaduhan di luar lapangan.
Sejumlah pendukung Fiorentina meluapkan penolakan melalui media sosial dengan mengkritik keputusan klub di kolom komentar unggahan resmi Instagram dan Facebook.
Protes tersebut bahkan meluas ke ranah politik lokal. Jacopo Madau, politisi sayap kiri yang menjabat Anggota Dewan Kebudayaan di Sesto Fiorentino, turut menyuarakan penentangan secara terbuka.
Dalam pernyataannya, Madau menegaskan bahwa Solomon tidak diterima di Florence.
Ia menilai pemain yang dianggap mendukung kebijakan pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu tidak layak mewakili kota Florence maupun Fiorentina.
Kontroversi ini membuat transfer Solomon menjadi sorotan tajam, bukan karena performa di lapangan, melainkan dampak politik yang menyertainya.-***
















