TERASJABAR.ID – Toleransi tidak hanya dipahami sebagai sikap menerima, melainkan sebagai tanggung jawab sosial dalam menciptakan ruang hidup yang damai, adil dan setara. Hal itu disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kuningan Dr. H.A. Feny Rachman, terkait refleksi program FKUB Tahun 2025, Kamis (01/01/2026).
FKUB punya peran syrategis menjaga kerukunan umat beragama. “Toleransi adalah gerakan bersama untuk membangun Kesadaran, bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan. Toleran itu Indah, rukun itu damai,’ papar Fenny.
FKUB telah melaksanakan serangkaian kegiatan selama 2025, antara lain, beraudiensi dan silaturahmi
dengan bupati, wakil Blbupati, DPRD, kemenag, disdikdud, badan narkotika nasional, melakukan monitoring hari besar agama.
“Kami juga menggelar saresehan, dialog interaktif dengan tujuan penguatan pendirian rumah ibadah, penguatan toleransi pada peringatan Hari Toleransi Internasional, rapat Migitasi Moderasi Beragama dan Rakor FKUB Jawa Barat di Bandung,” tuturnya.
Sementara itu, dalam upaya pembinaan kerukunan umat beragama, FKUB secara marathon mengadakan kunjungan dan silaturahmi dengan pontren, ormas keagamaan, Nahdatul Ulama, Persis, Muhammadiyah, PUI, organisasi-oganisasi Katholik, Protestan,
Hindu, Budha, dan Konghucu. Termasuk
kunjungan ke Plperguruan tinggi seperti Uniku, UNISA, UMK, dan UBHI.*












