Oleh. Djodjo Sutardjo
Wartawan Senior Terasjabar. Id.
Masih dalam hari ‘tasrik’ di peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, menyampaikan pidatonya yang berapi api, di hadapan puluhan ribu dan jutawan pemirsa, belum lama ini.
Pidato Presiden yang bukan saja menggebrak semangat para guru Indonesia , juga sekaligus memastikan bahwa tugas guru sebagai pengajar, sekaligus sebagai pendidik mulai hari ini akan dikembalikan kepada kitoh nya sebagai pendidik calon generasi yang lebih baik lagi.
“Mulai sekarang guru guru harus berani memberikan ‘hukuman’ kepada peserta didiknya yang berani melawan guru. Tidak mungkin guru menghukum kalau tidak ada kesalahan fatal. Orangtua juga jangan suka mengancam ngancam guru dengan cara melabrak guru buang sedang menjalankan tugasnya ” ujar pria keturunan bangsawan juga Alumni Akabri Tahun 1976 ini.
Disambut dengan aplus ribuan guru, Prabowo mengingatkan agar para guru jangan gentar terhadap jenderal sekali pun, bila memang anak nya tidak mengindahkan ketentuan dan tata tertib sekolah. ” Seharusnya anak anak petinggi harus memberikan teladan yang baik bagi lingkungan sekolahnya. Jangan malah sok jagoan,” ujar Prabowo dengan gaya khasnya.
Bagi para pengamat dan pemerhati pendidikan, ungkapan presiden yang berapi api itu, merupakan signal yang sangat positif bagi perkembangan dan kondisi pendidikan hari ini dan hari esok. Ucapan yang diungkapkan seorang presiden bisa jadi dasar para guru dan stikholders lainnya untuk secara tegas melaksanakan tugas guru seutuhnya tanpa rasa takut.














