Secara bulanan, puncak penggunaan layanan kereta api oleh wisatawan mancanegara pada 2025 terjadi pada Juli dengan 89.526 pelanggan dan Agustus dengan 89.116 pelanggan, sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisata internasional pada musim liburan.
Top 10 Stasiun Keberangkatan Wisatawan Mancanegara Tertinggi 2025
1. Yogyakarta – 126.768 wisatawan
2. Gambir – 114.877 wisatawan
3. Bandung – 70.271 wisatawan
4. Pasar Senen – 38.669 wisatawan
5. Surabaya Gubeng – 31.713 wisatawan
6. Malang – 25.874 wisatawan
7. Semarang Tawang – 23.695 wisatawan
8. Probolinggo – 20.540 wisatawan
9. Surabaya Pasar Turi – 14.798 wisatawan
10. Solo Balapan – 13.566 wisatawan
Stasiun-stasiun tersebut menjadi simpul utama perjalanan menuju kawasan wisata budaya, alam, dan perkotaan.
Konektivitas yang disediakan kereta api turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi lanjutan, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif di sekitar stasiun serta destinasi tujuan. Rantai aktivitas inilah yang menjadi jalur utama masuknya devisa dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Selain berdampak pada ekonomi, penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara juga mendukung pariwisata rendah karbon.
Sebagai moda transportasi massal dengan tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi dan pesawat untuk jarak menengah, kereta api berkontribusi pada pengurangan jejak karbon perjalanan wisata.
Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 serta penguatan citra Indonesia sebagai destinasi yang peduli lingkungan.
“Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata tidak hanya berhenti di pintu masuk negara, tetapi mengalir hingga ke daerah tujuan. Inilah bentuk nyata kontribusi transportasi publik dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambah Anne.
Ke depan, KAI akan terus memperkuat perannya dalam ekosistem pariwisata nasional melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan digitalisasi perjalanan, serta integrasi antarmoda guna mendukung transformasi KAI sebagai operator perkeretaapian berdaya saing global dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.***















