Sepanjang Februari 2026, pergerakan wisman terpusat di sejumlah stasiun yang menjadi simpul utama destinasi budaya, heritage, dan wisata alam. Sepuluh stasiun dengan jumlah keberangkatan wisman terbanyak yaitu:
1. Yogyakarta: 6.652 wisman
2. Gambir: 6.609 wisman
3. Bandung: 4.033 wisman
4. Surabaya Gubeng: 2.278 wisman
5. Pasarsenen: 2.147 wisman
6. Semarang Tawang: 1.584 wisman
7. Malang: 1.179 wisman
8. Surabaya Pasar Turi: 1.068 wisman
9. Probolinggo: 907 wisman
10. Solo Balapan: 836 wisman
Dominasi Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo menunjukkan kuatnya daya tarik kota-kota dengan karakter budaya dan lanskap yang khas.
Akses rel yang langsung terhubung ke pusat aktivitas kota memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi tanpa harus berganti moda berulang kali.
Pergerakan wisman melalui kereta api juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas perjalanan mendorong sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, serta UMKM di sekitar stasiun dan kawasan wisata.
Konektivitas berbasis rel menghadirkan perjalanan yang lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
“Ke depan, KAI Group akan terus memperkuat kualitas layanan dan integrasi antarmoda agar pengalaman perjalanan wisata semakin nyaman dan terencana,” tutup Anne.***
















